
"No horrible news" has become good news in 2020, and thus we have good news to report about California's wine country fires.
The LNU Lightning Complex burning in five counties, but mostly in Napa and Sonoma, is – at 547 square miles as of Monday morning – now the second-largest fire in recorded California history. It's bigger than the city of Berlin or the city of Los Angeles, and is getting close to the size of Greater London. It has destroyed 845 structures already, and it's only 22 percent contained.
So how is that good news? Well, weather forecasters had predicted high winds Sunday night with a repeat of the dry lightning that started this mess. Fortunately, that didn't happen. Instead of the more than 10,000 lightning strikes that started California's week of fire hell, on Sunday night we got only 289. This did start 10 new fires, giving us 625 fires burning in the state. But the LNU fire was predicted to get much bigger, and instead it grew only 9 percent on Sunday night.
The unexpectedly milder night was good news for the 1700 firefighters pulling 72-hour shifts on the LNU fire, as well as the more than 12,000 firefighters working in other parts of the state. Another Bay Area fire, the SCU Lightning Complex mostly east of Silicon Valley, is almost as large as the LNU fire, making it third all-time right now behind the 2018 Mendocino Complex fire, which reached 717 square miles.
In northern Sonoma County, firefighters have so far been able to successfully defend the city of Guerneville, which was evacuated last week. Homes were burned in the city of Vacaville in Solano County last week, and homes in rural areas of wine country have unfortunately been destroyed, but so far the fire has not made the impact on wine country cities that the fires of 2017 did.
More unexpected good news came from the White House. Last week, President Trump threatened to cut off federal fire-relief funding to the largest state in the union – the state that contributes the most to the federal budget.
"Maybe we're just going to make them pay for it because they don't listen to us," Trump said at a rally in Pennsylvania.
Fortunately, Trump backed down and issued a major disaster declaration for seven Northern California counties, including Napa, Sonoma, Lake and Santa Cruz. This makes homeowners and business owners eligible for federal disaster relief funds.
Something in the air
As for the air quality, let's stick with that no-horrible-news narrative. Air quality is unhealthy again on Monday afternoon in San Francisco, but residents were able to open their windows on Sunday night as the air quality improved.
Extreme smoke remains unpredictable in local areas, and of course this matters for harvesting wine grapes. Santa Rosa, the largest city in Sonoma County, had very good air for several days despite the fires raging to the north, east and west. Only in the last two days has air quality deteriorated.
The city of Napa is similar: nice clean air until Saturday, August 22, but bad air since; the air in Napa reached "Very Unhealthy" on Sunday afternoon, according to the government-run Air Quality Index.
That said, the Sonoma Sheriff tweeted a picture Monday afternoon on its official Twitter account of undamaged Korbel Winery. Korbel had been one of the first wineries evacuated last week, and is near the still-burning LNU fire. The skies behind the winery were blue and the caption read: "The bubbles are awaiting your return."
"wine" - Google News
August 25, 2020 at 07:00AM
https://ift.tt/34w62kM
Cautious Optimism on Wine Country Fires | Wine-Searcher News & Features - Wine-Searcher
"wine" - Google News
https://ift.tt/3d98ONZ
https://ift.tt/2KTSYuD
Wine Aziz Blogger August 24, 2020 Admin Bandung Indonesia
Cautious Optimism on Wine Country Fires | Wine-Searcher News & Features - Wine-Searcher
Sebuah lembaga itu akan dikenang berdasarkan kelakuannya. Ormas, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Kedaerahan, Organisasi Buruh atau apapun namanya, akan dikenal karakter dan wataknya lewat tindak-tanduk, prilaku dan kiprahnya masing-masing.
Di Indonesia, masyarakatnya sudah banyak kenal dan hafal berbagai nama ormas, apakah itu ormas yang berbalut nama front, forum, aliansi, paguyuban kedaerahan, keluarga besar, underbow partai politik, ormas yang terafiliasi dengan lembaga keagamaan, laskar dan berbagai macam entitas serupa lainnya.
Masing-masing organisasi memiliki karakter yang menggambarkan profilenya sendiri-sendiri. Tak perlulah menyinggung nama-nama ormas tertentu disini, khawatirnya ada yang baper, sensi, lalu bawa pasukan loreng mengintimidasi yang nulis postingan ini.
Tapi untuk melihat fakta dan membuktikan kebenarannya sederhana saja kok.., silahkan tanyakan pada masyarakat, maka secara spontan alias "auto memory response", masyarakat dapat dipastikan mampu memberikan identifikasi wajah dan profile masing-masing organisasi tersebut.
Tidak percaya ...? Silahkan dicoba...
Pergilah ke tengah-tengah masyarakat lalu tanyakan :
▪ Organisasi mana yang paling sering turun membantu rakyat saat dilanda bencana?
▪ Organisasi mana yang paling sering acak-acak tempat maksiat seperti perjudian, prostitusi dan perdagangan miras ilegal?
▪ Organisasi mana yang paling sering jaga keamanan di diskotik, tempat hiburan malam, panti pijat dan tempat-tempat maksiat serupa?
▪ Organisasi mana yang paling sering ngarit rumput halaman dan jaga kebaktian di Gereja?
▪ Organisasi mana yang paling sering bubarin pengajian?
▪ Organisasi mana yang paling sering joget dangdutan dan nyawer duit receh ke selipan kutang biduan?
▪ Organisasi mana yang paling sering ribut dan bentrok rebutan lahan parkir?
▪ Organisasi mana yang paling sering tancap bendera dan paling rajin malakin proyek bangunan properti di perkampungan masyarakat?
▪ Organisasi mana yang paling sering mungutin uang jago pada pedagang kaki lima dan sopir truk?
Semua pertanyaan itu ada jawabannya sendiri-sendiri dari masyarakat. Jika pertanyaan-pertanyaan diatas dijawab dengan jujur dari lubuk sanubari tanpa dicemari sifat hasad, dengki dan kebencian, maka akan didapat jawaban yang jernih menggambarkan wajah masing-masing organisasi dengan berbagai wataknya itu.
Yang begini-begini nggak perlu pake lakon-lakonan pencitraan begini dan begono. Kasar kata, elu mau teriak paling NKRI kek.., paling Pancasila kek.., paling Islami kek.., paling cinta Rasulullah kek..., paling cinta habib ini dan habib itu kek.., nggak akan ada gunanya, karena masyarakat mampu menilai sendiri dan memetakan watak asli mereka semua. Masyarakat tau persis mana ormas yang lurus ikhlas dan mana ormas yang rakus culas.
Cuma karena memang ada kekuasaan yang memelihara sebagian dari ormas-ormas yang bejat, rakus dan culas semacam itu, masyarakat tidak mampu berbuat apa-apa.
Jadi sudahlah .. stop bermain ludruk gegayaan berlakon menjadi orang baik, karena semua orang tau bahwa itu semua hanya strategi cari panggung demi popularitas dan sedikit amplop sumbangan.
Petantang-petentengnya banyak ormas yang berlawanan dengan moralitas dan etika kehidupan yang beradab setelah 75 Tahun Indonesia Merdeka sesungguhnya adalah potret bahwa negara ini masih jauh tertinggal kemampuan menyesuaikan dirinya dengan tatanan kehidupan masyarakat dunia yang telah maju intelektualitasnya.
Sudah miskin ekonomi, miskin intelektual, miskin moral pulak, jadi apa yang dapat dibanggakan..?
Jika bangsa ini tidak segera membuat perubahan, maka pinjam istilahnya pak Jusuf Kalla, bisa hancurlah negara ini.
Sontoloyo memang !!
Salam sehat,
(By Nazlira Vardha)
from PORTAL ISLAM https://ift.tt/2Ex8QmO
via IFTTT Aziz Blogger August 24, 2020 Admin Bandung Indonesia
Cermin ORMAS Adalah PERILAKUNYA, Mau Tau Wajah Aslinya? NGACA WOI!
Sebelum wafat, K.H. Ahmad Dahlan meninggalkan pesan indah yang berbunyi: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah”.
Pesan ini terus dilestarikan oleh para penerusnya hingga kini dan dikenal sebagai etika dasar bagi para aktivis Muhammadiyah untuk tidak menggunakan aset-aset yang dimiliki oleh Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi.
Itulah adab yang ditanamkan oleh sang pendiri Muhammadiyah itu. Begitu dalam maknanya untuk diteladani. Bisa jadi ia paham bahwa masa depan organisasi keagamaan sangat berpotensi menjadi ladang penumpukan materi bagi para pengasuhnya.
Sungguh akan hilang cahaya Islam bagi organisasi itu jika para pemimpin dan pengelolanya sibuk mencari kekayaan dan kemewahan serta popularitas duniawi yang jauh dari nilai-nilai Islami.
Kyai Dahlan mengajarkan untuk menginfakkan sebagian harta untuk dana organisasi Muhammadiyah, bukan mengeruk kekayaan dari Muhammadiyah. Ia rela hidup sederhana asal umat Islam yang diperjuangkan nasibnya bisa dimuliakan. Sungguh tinggi adab dan akhlaq guru umat Islam kita ini.
Itulah sebab Muhammadiyah mampu membangun ribuan sekolah, kampus dan rumah sakit di seluruh tanah air. Muhammadiyah tidak sekedar gerakan dakwah dan tajdid (pembaharuan) tapi juga gerakan sosial, pendidikan, ekonomi dan gerakan kebangsaan.
Maka ketika kemarin tokoh Muhammadiyah yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan pusat Muhammadiyah 2 periode, Prof Din Syamsuddin muncul selaku deklarator Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), tentu kita percaya bahwa semangat itu datang sebagai gerakan moral berkebangsaan untuk negeri ini. Karena beliau sudah melakukannya untuk Muhammadiyah dan melanjutkan perjuangan untuk umat dalam gerakan penyelamatan Indonesia.
Sejarah juga mencatat bahwa Muhammadiyah memiliki peran penting dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sampai-sampai Bung Karno secara khusus memberi kata-kata bersejarah yang dicatat dalam tinta emas untuk Muhammadiyah :
“Saya mengetahui betapa besar artinya Muhammadiyah dalam kehidupan rohani bangsa kita, dan pula kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Saya mengenal Muhammadiyah dari dekat, bahkan buat beberapa tahun juga dari dalam. Karena itu saya dengan sungguh-sungguh mendoa ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, moga-moga DIA senantiasa memberkati dan memberi taufiq hidayah kepada Muhammadiyah, agar supaya Muhammadiyah tetap menduduki arti penting dalam kehidupan kerohanian bangsa kita itu, dan menjadi salah satu penyumbang tenaga yang penting dalam pembangunan negara kita dan masyarakat. Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah!”
Terasa bergetar membaca teks dari bung Karno buat Muhammadiyah. Pengakuan ini merupakan bukti bahwa sungguh besar jasa dan peran Muhammadiyah bagi Indonesia sejak lama hingga hari ini. Para pemimpin di Muhammadiyah tahu betul bagaimana mengelola organisasi ini secara baik, jujur dan beradab. Itu semua karena mereka berpegang teguh pada warisan dari nasihat sang pendirinya, KH Ahmad Dahlan.
Meski Muhammadiyah menjadi motor penggerak jiwa kebangsaan umat di masa kolonial, tapi sampai saat ini tidak pernah kita mendengar Muhammadiyah yang merasa paling Pancasila atau paling Indonesia. Padahal konsep kebangkitan umat dari tekanan penjajah sudah digulirkan oleh Muhammadiyah untuk membangunkan sikap pasrah masyarakat kita pada penjajah di waktu itu.
Sepertinya lewat keadaan organisasi Islam saat ini, seakan Allah sedang menunjukkan pada kita sebuah arah berpandangan yang lebih baik dan lebih Indonesia ke wajah Muhammadiyah. Tata kelola, pengembangan organisasi, konsep berkebangsaan yang dilumuri oleh sikap tulus penuh adab ditawarkan oleh Muhammadiyah untuk pikiran dan pandangan ke depan rakyat Indonesia.
Kalau dulu Muhammadiyah hadir di masa perjuangan dengan turut berperan memerdekakan pikiran, mindset dan keterbelakangan jiwa sebagai bangsa yang harusnya merdeka, kini Muhammadiyah hadir di tengah di kondisi adab masyarakat yang anarkis, kesantunan yang miris karena berpihak pada penguasa dan kepantasan pemimpin yang terpuruk oleh godaan materi juga duniawi.
Muhammadiyah menjawab semua itu dengan kekayaan akhlaq duniawi dan kiblat ukhrawinya yang taat dituruni secara terus menerus dan konsisten ke semua tokohnya hingga akhir zaman.
Aamiin.
(Yanto Hendrawan)
from PORTAL ISLAM https://ift.tt/3leMGGJ
via IFTTT Aziz Blogger August 24, 2020 Admin Bandung Indonesia
MUHAMMADIYAH TANPA AMPLOP
"Dokter Tifa, Pro Vaks atau Anti Vaks?"
Sebentar dulu. Tidak bisa disamaratakan. Digeneralisir.
Anda yang Pro Vaks. Jangan membabibuta membela semua Vaksin yang ada. Harus open mind melihat semua pendapat dan keberatan, dan terutama buat Para Dokter dan Nakes jangan mudah juga percaya kata-kata Medrep. Apalagi kalau itu berbalut kepentingan bisnis.
Banyak Vaksin-vaksin baru yang dijual mahal, dan efektivitasnya tidak jelas. Kegunaannya apalagi. Penyakit yang angka kejadiannya 0,00 sekian dari seluruh populasi manusia, diblow up jadi sepertinya seluruh manusia perlu Vaksin itu. Jumlahnya? Banyak.
Karena sesungguhnya konsep sejati Vaksin adalah memutus tali endemi dan pandemi dengan merekayasa kekebalan kolektif pada populasi.
Bukan soal prevensi.
Jangan tersinggung dan baper kalau saya bilang begini ya!
Anda yang Anti Vaks. Sama juga jangan selalu over-reaksi dan dihela oleh doktrin berbalut agama yang ekstrem. Dan percaya dengan segala macam teori konspirasi.
Supaya Anda tahu, kalau di Indonesia banyak Anti Vaks yang beragama Islam.
Di luarnegeri, banyak Anti Vaks yang Kristen atau Yahudi.
Intinya bukan soal agama, tetapi soal doktrin dan keyakinan teori konspirasi.
Jadi lucu saja kalau melihat Kampanye Anti Vaks di seluruh dunia.
Yang di sini pengikut Anti Vaks kebanyakan orang Islam. Yang berjilbab dan berjenggot.
Yang di sana pengikut Anti Vaks kebanyakan orang Christian atau Jewish. Yang berjilbab dan berjenggot juga.
Kalau seumpama digabungin bakalan pada bingung beneran. Yang mana yang seiman? Seragamnya samaan?
Balik laptop.
Tentang Vaksin.
Lihat sisi urgency dan emergency.
Banyak Vaksin selama sekira 10 tahun terakhir adalah Vaksin sampah. Dibikin dengan tujuan tidak jelas selain buat barang dagangan pabrik farmasi.
Googling saja sendiri jangan sedikit-sedikit minta link.
Anda sebagai konsumen Vaksin juga harus kritis dan teliti.
Namun,
Banyak Vaksin yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Terutama Vaksin dasar dan Vaksin yang diperlukan untuk mempercepat eradikasi suatu kuman yang berbahaya bagi kelangsungan hidup Umat Manusia.
Dan terbukti sejak ditemukan Vaksin sejak 200 tahun yang lalu, banyak penyakit berbahaya sudah punah.
"Untuk Vaksin Covid ini apa komentar Dok Tifa?"
Masih mengkaji, mengamati, dan meneliti dengan seksama.
Belum ada satupun Vaksin yang jadi.
Jadi let's see. Sabar.
Khusyu menekuni kemana arah mata angin.
InsyaAllah nanti pelan-pelan saya berikan pemahaman. Atas dasar IMAN dan ILMU.
25/8/2020
(dr. Tifauzia Tyassuma)
from PORTAL ISLAM https://ift.tt/2Ex7Qz4
via IFTTT Aziz Blogger August 24, 2020 Admin Bandung Indonesia